Wajah Kauman Surakarta 1910-1930

Rp 74,800

Category:

Description

Kauman adalah nama sebuah kampung di kota Surakarta yang memiliki ciri-ciri khusus. Ciri-ciri khusus ini tampak dalam kehidupan masyarakat, pergeseran dan perubahan sosial yang terjadi di dalamnya. Komunitas atau masyarakat Kauman merupakan masyarakat yang anggotanya mempunyai pertalian darah. Bentuk masyarakat seperti itu mempunyai ikatan yang erat dan tertutup sehingga setiap warga harus menegakkan ikatan bersama baik dalam upacara-upacara perkawinan maupun dalam upacara keagamaan. Penguasa Jawa menjadikan Islam sebagai agama negara dengan membangun sebuah masjid di sebelah barat alun-alun yang terletak di depan keraton, seperti yang ada di kota Surakarta. Kampung Kauman mempunyai reputasi historis sebagai pemukiman Islam sejak masa-masa kebangkitan awal Keraton Surakarta, yaitu sebagai komunitas pejabat keagamaan Islam kerajaan. Mereka yang berdomisili adalah para abdi dalem yang bertugas mengawasi dan melaksanakan hukum-hukum dan praktik-praktik peribadatan Islam kerajaan.
Kauman menjadi tempat lahir batik cap. Pertama kali dipraktikkan oleh Ngabei Resodipo Djiwangono. Walaupun pada mulanya banyak karya yang dirahasiakan tapi ternyata rahasia itu segera terbongkar karena banyak bekas buruh yang membuka usaha batik dengan menggunakan teknik tersebut. Penemuan baru ini segera dapat ditiru dan disebarkan ke seantero kota diantaranya pada bagian timur kota seperti di Sorogenen dan Warungpelem. Selain itu, Kauman juga merupakan pusat pergerakan kaum muda Islam Surakarta selain Laweyan dan Keprabon.

Additional information

Penerbit

Penulis

ISBN

978-602-8610-85-8

EISBN

978-602-8610-86-5

Format

17.5×25

Halaman

XIV+74

Cetakan Tahun

2018

Reviews

There are no reviews yet!

Be the first to write a review

*

Delivery and Returns Content description.

Kategori

Top