Description
Naya dan adiknya, Raka, bertemu kucing jalanan berbulu abu yang cerdas. Kucing itu selalu muncul di waktu tak terduga, seolah membimbing mereka menemukan “surat-surat” kecil: selembar catatan yang terselip di kotak sepeda, remah roti berbentuk hati di toko roti, hingga jejak kaki kucing di kaca jendela. Setiap “surat” mengajak mereka berbuat baik—menolong, meminta maaf, dan saling percaya. Saat hujan besar, kucing abu mengantar mereka pada seseorang yang butuh bantuan. Di akhir, Naya menyadari bahwa “surat” itu bukan hanya tulisan, melainkan tanda perhatian. Kebaikan pun menyatukan keluarga, tetangga, dan si kucing dalam hangatnya persahabatan.
