Description
Secara konseptual, buku ini membingkai pelabuhan tidak semata sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai institusi politik-ekonomi yang terhubung dengan nasionalisme ekonomi, regionalisme, sistem dunia, serta agenda konektivitas kawasan seperti ASEAN Connectivity dan kerja sama subregional IMT-GT. Dengan pendekatan ekonomi politik dan port governance, penulis berupaya menunjukkan bahwa problem kepelabuhanan tidak dapat dipahami secara teknokratis semata, melainkan harus dibaca dalam relasi aktor, struktur kekuasaan, dan kepentingan yang saling berkelindan. Pembahasan dalam buku ini disusun secara sistematis. Bab pertama meletakkan fondasi konseptual mengenai poros maritim dunia dan refleksi awal atas tata kelola pelabuhan bebas. Bab kedua membingkai gagasan pelabuhan bebas melalui lensa ekonomi.
