Description
Buku ini menelaah teologi kitab Habakkuk dengan menyoroti pergumulan iman nabi Habakuk terhadap ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakatnya. Melalui dialog antara nabi dan Allah, kitab ini mengungkap bagaimana Allah tetap berdaulat atas sejarah, bahkan ketika Ia memakai bangsa Babel sebagai alat penghakiman. Di tengah kebingungan dan krisis iman, Allah menegaskan prinsip penting bahwa “orang benar akan hidup oleh percayanya” (Habakuk 2:4). Pergumulan Habakuk akhirnya membawa dia kepada iman yang lebih dalam, yang dinyatakan dalam pujian kepada Allah. Dengan demikian, kitab Habakuk menunjukkan bahwa iman sejati tetap percaya kepada Allah meskipun keadaan tampak tidak menentu.
