Description
Raka dan Nisa tinggal bertetangga, namun rumah mereka dipisahkan tembok tinggi. Rasa ingin tahu membawa mereka saling menyapa lewat celah batu, mengirim surat kecil, hingga membuat “lonceng kaleng” sebagai kode pertemanan. Saat hujan deras, mereka saling menolong menjemur buku, lalu menyelamatkan kucing putih yang tersesat di atas dinding. Kebaikan kecil itu tumbuh jadi gagasan besar: mengajak warga melukis tembok dengan cerita kampung. Di tengah persiapan, perselisihan kecil muncul, tetapi mereka belajar meminta maaf. Bazar kampung pun meriah, tembok menjadi galeri warna, dan persahabatan Raka–Nisa makin kuat—batas berubah jadi jembatan.
