Description
Raka mendapat sepeda warisan bernama Si Buntel, yang ternyata bisa bicara dan memiliki satu masalah besar: tidak mau berhenti saat melaju. Bersama Lala dan Gogon, Raka mencoba mengendalikan sepeda ajaib itu, namun kekacauan terjadi hingga warga kampung merasa terancam. Ternyata, Si Buntel membawa semangat masa lalu yang belum selesai. Dengan bantuan Pak Dul, anak-anak belajar bahwa kecepatan tanpa kendali bisa membahayakan. Mereka pun melatih Si Buntel, bukan untuk jadi yang tercepat, tetapi agar tahu kapan harus berhenti. Dari sanalah persahabatan dan kebijaksanaan lahir.
